JALAN TOL DAN DISTORSI INFORMASI

PEMBANGUNAN JALAN TOL YANG #SELALU (DICOBA) DIKABURKAN MANFAATNYA

Akhir akhir ini sering sekali diteriakkan,

  • Jalan tol hanya untuk orang kaya!!!!
  • Rakyat tidak butuh tol!!!!
  • Emangnya rakyat mau makan beton!!!

Pak…bapak… Buk…ibukkk… semua

Jalan tol atau jalan bebas hambatan mulai dipopulerkan di Indonesia tahun 1973, dan berfungsi kemudian tahun 1978, yang juga popular dengan konstruksi Sosro Bahu, dan kemudian merambah sampai ke Negara tetangga kita Malaysia dan Philipina

Pada saat itu tahun 1973, GDP perkapita Indonesia adalah $ 131, dibawah China yaitu $ 155, setelah 5 tahun pembangunan jalan tol, pendapatan perkapita kita meningkat menjadi $366 melewati china yang bertahan di angka $155, dan tahun 1988 saat China mulai membangun jalan Tol GDP perkapita Indonesia $673, masih diatas China yang hanya $371. https://drhermansyahkoto.com/2017/10/29/infrastruktur-dan-kemajuan-ekonomi-3-tahun-jokowi-jk/

Namun pembangunan jalan tol tersebut berjalan sangat lambat, sementara Negara Asia lainnya memacu pembangunan jalan tol tersebut. China yang memulai pembangunan jalan tol tahun 1988, atau 15 tahun lebih lambat dari Indonesia, pada tahun 2014, telah memiliki jalan tol sekitar 104.500 Km atau sekitar 4.000 KM/ tahun, bandingkan dengan Indonesia, pada tahun 2014 hanya memiliki 918 KM atau hanya 22 KM/tahun. Demikian juga GDP perkapita China tahun 2014 mencapai $7.702, dua kali lipat dari Indonesia yang hanya sekitar $3.534. https://countryeconomy.com/gdp/China?year=2014

Nah itu hanya salah satu contoh bahwa pembangunan infrastruktur yang tentunya bukan hanya Tol, meningkatkan perekonomian suatu negara, bukan dengan pemberian uang langsung pada rakyat semacam BLT.

Mari kita Bahas apakah benar Tol hanya dinikmati orang kaya saja.

Sebenarnya mereka paham bahwa hal itu sama sekali #tidak benar, tapi tetap saja digembor gemborkan untuk meracuni pemikiran masyarakat dengan distorsi informasi ini.

Jalan tol bukan hanya untuk laluan orang pribadi yang menggunakan mobil, tapi juga laluan kendaraan Bus yang membawa semua golongan masyarakat, baik yang miskin, menengah ataupun kaya. Dengan adanya jalan tol jarak tempuh akan semakin dekat, sewa akan lebih murah. Tidak banyak pemberhentian, yang juga akan menurunkan ongkos tambahan akomodasi diperjalanan (secara langsung). Makin cepat sampai, kelelahan jadi berkurang, produktivitas meningkat, sehingga meningkatkan pendapatan. ( secara tidak langsung).

Jalan Tol juga digunakan untuk transportasi bahan pokok, yang tentunya sangat riskan mengalami kerusakan dan pembusukan, makin jauh dan macet perjalanan, maka kerugian akan makin banyak ditimbulkan. Banyaknya yang rusak dan busuk, pasokan akan makin sedikit, tentunya harga harga akan meningkat mahal. Nah nilah yang terjadi selama ini. Ini contoh kejadian macet yang menyesengarakan bagi para sopir truk, https://simomot.com/2014/07/26/kisah-para-sopir-truk-yang-terjebak-macet-berhari-hari/.

Anda mungkin tidak sadar, bahwa tahun ini 2018 dan 2 tahun sebelumnya (2016 dan 2017), menjelang puasa, lebaran, natal dan tahun baru, harga bahan pokok cukup stabil, tidak kita temukan #gejolak harga, pada kenyataanny slogan HARGA BAHAN POKOK SELANGIT tidak terbukti selama 3 tahun terkahir ini, hal ini ditunjukkan dengan angka inflasi 3 tahun terakhir ini dikisaran 3%. Inflasi yang rendah maknanya harga harga bisa dijaga tidak merangkak naik dengan tajam, nah salah satu yang berperanan tersebut adalah transportasi yang lancar. Apakah harga stabil tidak dianggap bermanfaat bagi penduduk miskin??

Mari berpikir secara konprehensif da secara makro.

http://www.presidenri.go.id/program-prioritas-2/memangkas-biaya-angkutan-barang-dengan-jalan-tol.html

Untuk kasus kasus kemiskinan sektoral atau individual, tetap saja akn ada, tapi secara keseluruhan terus menurun. Negara maju seperti  Amerika saja masih banyak pengangguran, penduduk miskin yang tidur dijalan. Nah disinilah Pemda berperanan, untuk ikut menanggulanginya, Pemerintah Pusat secara Makro ekonomi, Pemda dengan azas otonominya bisa bergerak secara mikro ekonomi.

Saya kira gituhhhh kawan kawan…

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s