TARIF LISTRIK TERMAHAL DI DUNIA DAN PENYESATAN OPINI

 

TARIF LISTRIK TERMAHAL DI DUNIA DAN PENYESATAN OPINI

Saya terenyuh membaca postingan seorang Purnawirawan TNI Letjend (Purn) Johanes Suryo Prabowo, dimana dalam postingan tersebut beliau mengunggah postingan dengan perasaaan #angry (marah) di lokasi PT PLN Persero, lengkapnya

Rekor Listrik TERMAHAL di dunia

Berikut tarif listrik di beberapa Negara awal tahun 2015

  1. Amerika (AS) USD3 cent per kwh
  2. Bangladesh USD3 cent per kwh
  3. Vietnam USD7 cent per kwh
  4. Malaysia USD6 cent per kwh
  5. Pakistan USD6 cent per kwh
  6. Korea Selatan USD6 cent per kwh
  7. Indonesia USD11 cent per kwh

Sekarang ini sudah memasuki akhir tahun 2017, selama 2 tahun ini, dan setelah ada TIANG LISTRIK yang diduga tertabrak mobilnya SetNov, ada ngak ya Negara lain yang tarif listriknya berani lebih mahal dari tariff listrik Indonesia.

Seraya mengunggah link yang berasal dari Metrotvnews.com, dengan link

Kontan saja postingan tersebut mendapat tanggapan dari facebooker, tentu saja umumnya  langsung menghujat pemerintahan Jokowi-JK, disebar lebih dari 4,200 orang.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10212756392362906&id=1180308793

#Pernyataan Bapak Letjend (Purn) Johanes Suryo Prabowo tidak (belum) benar#

Mari kita telaah.

Dalam link diatas antara lain ada pernyataan dari Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi, Achmad Safiun  yang berbunyi ; ”Kondisi 2014 lalu tarif listrik hampir semua golongan naik. Sekarang tarif listrik di Indonesia USD11 cent per Kwh. Bahkan di beberapa daerah sudah 12 cent. Ini harga paling mahal di dunia,” keluh Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi, Achmad Safiun, dalam diskusi tata kelola gas, di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Rabu (7/1/2015).

Pernyataan tersebut tidak berdasar, walaupun mungkin harga tariff listrik kita mulai naik secara bertahap mulai  1 Juli 2014, sesuai dengan kesepatakan Pemerintah dengan DPR pada tanggal 10 Juni 2014.

http://ekonomi.kompas.com/read/2014/06/11/0714566/DPR.Setujui.Kenaikan.Tarif.Listrik.per.1.Juli.2014

Padahal, data dari kompas 24/9/2015, menunjukkan daftar 5 negara dengan tarif listrik termahal di dunia dan tidak termasuk Indonesia didalamnya.

  1. Jepang, 23,60 Cent US Dollar/ KWH
  2. Italia, 21,01 Cent US Dolla/ KWH
  3. Singapura 20,60 Cent US Dolla/ KWH
  4. Jerman 19,21 Cent US Dolla/ KWH
  5. Kamboja 17,70 Cent US Dolla/ KWH

Kalaupun Indonesia dimasukkan, ternyata tariff dasar listrik kita jauh dibawah dari ke 5 negara tersebut diatas, yang katanya 11 Cent US Dollar/ KWH

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/09/24/224700226/5.Negara.dengan.Tarif.Listrik.Termahal.di.Dunia

Kalau kita lihat lagi perbandingan harga listrik di Eropa menurut Wikipedia tahun 2014, harga listrik termahal terdapat di Negara Denmark dengan harga 30,42 Cen US Dollar/ KWH

pERBANDINGAN HARGA

https://en.wikipedia.org/wiki/Electricity_pricing

Bahkan kalau kita lihat salah satu penelitian oleh Konsultan Energi Internasional Meralco (http://www.meralco.com.ph/) di tahun 2016, tarif listrik Indonesia kalau dirata ratakan antara golongan subsidi dan non subsidi hanya sekitar 8-9 Cent US Dollar/ KWH, dan menduduki no 43 dari 44 negara yang diteliti.

rata harga listrik Indonesia tahun 2016

http://corporate-downloadables-tips.s3.amazonaws.com/1478573661.68b4d11ba9cb3ccb30e91c6edd66b6c9.pdf

Data resmi dari Mentri ESDM menyebutkan bahwa rata rata harga listrik kita saat ini tahun 2017, adalah sekitar 10,02 Cent US Dollar, dan kalau dibandingkan dengan Negara Asean lainnya seperti Singapore dan Philipina, tarif dasar listrik kita lebih murah yaitu Rp 1352/KWH, Philipina  Rp 2.359/ KWH, Singapore Rp 2.185/ KWH, dan Thailand sebesar  Rp 1.571/ KWH

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/10/01/ekonomi/makro/17/08/08/oud8m7377-tarif-listrik-indonesia-termahal-di-dunia-ini-klarifikasi-pln

Secara umum semasa pemerintahan Jokowi, tidak terjadi perubahan yang signifikan dalam tarif listrik Indonesia, diakui memang mengalami fluktuasi, tapi pada tahun 2017 ini, yang perlu dicatat, tarif listrik Subsidi golongan 450 VA dan 900 VA tidak mengalami kenaikan sejak tahun 2014, dan tarif listrik non subsidi masih memakai skema kenaikan tarif Listrik 1 Juli 2014.

Tarif Listrik 2014

Tarif listrik kita saat ini masih dibawah dari sekema kenaikan tarif listrik yang dirancang tahun 2014, kenaikan listrik tersebut adalah keputusan pemerintah melalui Kementrian ESDM  dengan DPR dalam rapat dengar pendapat pada tanggal 10 Juni 2014, dimana disepakati untuk kenaikan listrik secara bertahap mulai 1 juli 2014 sampai Nopember 2014,kalau kita telisik lebih lanjut, tarif listrik yang berlaku sekarang ini, adalah tarif kenaikan bertahap yang dilakukan Pemerintah secara simultan sejak  1 Juli 2014 tersebut sesuai dengan kesepakatan dengan DPR tersebut, namun tetap masih lebih rendah dari target semula.

Kalau sesuai skemanya maka tarif listrik tersebut adalah sebagai berikut, seharusnya pada awal januari 2015 adalah sekitar 1392/ Kwh. Sedangkan tarif yang berlaku saat ini tahun 2017 adalah sekitar 1352/ Kwh.

Target kenaikan listrik

https://listrikdirumah.com/2014/06/16/tarif-listrik-mulai-1-juli-2014/

Tarif Listrik 2017

http://jdih.esdm.go.id/peraturan/Permen%20ESDM%20No.%2028%20Th%202016.pdf

Jadi kalau melihat data data diatas, mereka yang selama ini berteriak #listrik naik adalah golongan yang kurang dapat informasi, dan golongaan pemakai RT 900 VA, yang non subsidi, karena mereka bukanlah kelompok golongan yang berhak menerima subsidi, dan ini jumlahnya cukuk besar mencapai sekitar 82,2 persen dari total jumlah pengguna listrik 900 VA sebanyak 23,04 juta pelanggan, berarti hanya 4,2 juta pelanggan saja yang berhak dapat subsidi karena dianggap tidak mampu alias miskin

http://listrik.org/news/subsidi-listrik-900-va-dicabut-naik-bertahap-hingga-juli-2017/

Namun kalau ada yang merasa miskin, dan tidak sudi subsidinya dicabut, masih ada kesempatan untuk tetap mengajukan subsidi dengan menyiapkan persyaratan tertentu dan disampaikan pada kantor kelurahan atau kecamatn setempat, untuk diterbitkan kartu subsisidnya, tentunya dengan melengkapi persyaratan tertentu.

http://nasional.kompas.com/read/2017/06/14/15313001/konsumen.900.va.tetap.bisa.dapat.subsidi.listrik.ini.caranya.

Lubuk Basung, 20 Nopember 2017

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s