INFRASTRUKTUR DAN KEMAJUAN EKONOMI

INFRASTRUKTUR DAN KEMAJUAN EKONOMI, 3 TAHUN JOKOWI-JK

Dr. Hermansyah Koto, SpOT

“Masyarakat mau makan beton?, masyarakat mau makan campuran?, yang dimakan itu nasi,” ujarnya. Itulah yang disampaikan oleh Fadli Zon politisi DPR dari partai Gerindra, saat ditanya wartawan tentang 3 tahun keberhasilan pemerintahan Jokowi – JK. http://fajar.co.id/2017/10/19/tanggapi-infrastruktur-dijaman-jokowi-fadli-zon-rakyat-tidak-makan-beton-tapi-nasi/

ij 1

Selain itu beliau juga mengatakan, rakyat masih susah, daya beli rakyat menurun dan peluang kerja makin susah.

Di satu sisi ada benarnya apa yang disampaikan oleh Fadli Zon, rakyat memang tidak makan beton, tapi disisi lainya, kalau transportasi tidak lancar, maka masyarakat perkotaan yang merupakan bagian terbanyak dari penduduk Indonesia juga akan kesulitan mendapatkan bahan makanan, karena harganya akan cendrung maki naik.

Pembangunan infrastruktur kita terutama jalan jauh tertinggal dibandingkan Negara Negara berkembang lainnya di Asia. https://economy.okezone.com/read/2016/05/23/320/1395817/infrastruktur-indonesia-sudah-sangat-ketinggalan

Kita akan melihat bagaimana pembangunan infrastruktur akan menghasilkan lompatan kemajuan di bidang ekonomi, yang tentunya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum.

https://nasional.sindonews.com/read/997346/149/tol-trans-sumatera-pacu-pertumbuhan-ekonomi-1430792254

iJ2

Tentu saja infrastruktur yang dimaksud bukan hanya jalan dan kereta api, tapi juga berbagai infrastruktur lainnya, seperti pelabuhan udara dan laut, bendungan, dll.

Kita memberikan apresiasi kepada pak Jokowi yang bertekad membangun jalan tol sepanjang 1060 km dalam 5 tahun dan 3733 km dalam 10 tahun….

http://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3061662/tekad-jokowi-jalan-tol-ri-bertambah-1060-km-dalam-5-tahun

Kita mencoba membahas dari salah satu segi saja, yaitu pembangunan jalan tol dan kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan Negara.

Indonesia mulai membangun jalan tol sekitar tahun 1973, pada saat itu GDP perkapita Indonesia adalah $ 131, dibawah China yaitu $ 155, setelah 5 tahun pembangunan jalan tol, pendapatan perkapita kita meningkat menjadi $366 melewati china yang bertahan di angka $155, dan tahun 1988 saat China mulai membangun jalan Tol GDP perkapita Indonesia $673, masih diatas China yang hanya $371

https://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_Tol_Jagorawi

iJ3

Namun pembangunan jalan tol tersebut berjalan sangat lambat, sementara Negara Asia lainnya memacu pembangunan jalan tol terebut. China yang memulai pembangunan jalan tol tahun 1988, atau 15 tahun lebih lambat dari Indonesia, pada tahun 2014, telah memiliki jalan tol sekitar 104.500 Km atau sekitar 4.000 KM/ tahun, bandingkan dengan Indonesia, pada tahun 2014 hanya memiliki 918 KM atau hanya 22 KM/tahun. Demikian juga GDP perkapita China tahun 2014 mencapai $7.702, dua kali lipat dari Indonesia yang hanya sekitar $3.534. https://countryeconomy.com/gdp/China?year=2014

Tahun 1988, GDP China hanya 411,923B$, Indonesia 107,279B$, namun tahun 2014 GDP China mengalami lompatan yang sangat jauh mencapai 10.482,37B$ atau bertambah 25 kali lipat, sedangkan Indonesia menjadi 890,81B$ atau hanya bertambah 8 kali lipat. https://countryeconomy.com/gdp/China?year=2014

Sedangkan pada tahun 2017 ini, panjang jalan tol di China menembus angka 131.000 KM atau sekitar 4.517 KM/ tahun, sedangkan Indonesia hanya bertambah sebanyak 567,9 k/ thn atau 189,3 KM menjadi totalnya sekitar 1.485,9KM.

IJ4

Sedangkan GDP China tahun 1988 adalah 411,923B$, tahun 2016 menjadi 11.232,108B$, meningkat 27 kali lipat.  Indonesia tahun 1988 adalah 107,279B$, tahun 2016 menjadi 932,448 atau meningkat 8,7 kali lipat.

Itu baru dari satu sisi, banyak lagi ketertinggalan kita , misal jalur kereta api cepat atau disebut dengan High Speed Train, sejak dimulai tahun 2007, atau dalam 10 tahun panjangnya mencapai 22.000 Km atau sepanjang 2,200 KM/ tahun. Salah satu kereta cepat China, merupakan kereta tercepat di dunia yang kecepatannya mencapai 487,3 KM/ jam.

https://en.wikipedia.org/wiki/China_Railway_High-speed

http://www.fastesttrain.org/

iJ5 copy

Sekarang kita lihat pengaruhnya pada kemajuan ekonomi dan tentunya akan berkorelasi langsung dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Saat dimulainya pembangunan jalan tol di China tahun 1988, GDP Perkapita China adalah $309, sedangkan Indonesia di tahun yang sama adalah $673 atau sekitar 2 kali lipat dibanding China.

Setelah memulai pembangunan jalan tol tahun 1988, atau tepatnya mulainya pembangunan besar besaran infrastruktur di China, mereka terus membangun, memang pada awal awalya perekonomian China berjalan sangat lambat, namun saat krisis ekonomi dunia tahun 1998, china tidak terpengaruh besar, dan pendapatan perkapita saat itu adalah sekitar $828, sedangkan Indonesia anjlok menjadi separohnya menjadi hanya $573.

Dua puluh tahun kemudian tepatnya tahun 2008, GDP Perkapita sudah mencapai $3.467 atau sudah meningkat 1100% atau 11 kali lipat, bandingkan dengan Indonesia yang $622 menjadi 2.418 atau hanya 300% atau 3 kali lipat.

Kalau kita bandingkan juga dengan perkembangan jalan tol tahun 2008, Indonesia  hanya memiliki jalan sekitar 598 KM, kalah jauh dibanding China yang sudah mencapai 54.000 km, atau 90 kali lebih banyak dari Indonesia.

Tahun 1988, GDP China hanya 411,923B$, Indonesia 107,279B$, maka tahun 2014 GDP China menjadi 10.482,37B$ atau bertambah 25 kali lipat, sedangkan Indonesia menjadi 890,81B$ atau hanya bertambah 8 kali lipat.

Sedangkan pada tahun 2017 ini, panjang jalan tol di China menembus angka 131.000 KM atau sekitar 4.517 KM/ tahun, sedangkan Indonesia hanya bertambah sebanyak 567,9 k/ thn atau 189,3 KM menjadi totalnya sekitar 1.485,9KM.

Sedangkan GDP China tahun 1988 adalah 411,923B$, tahun 2016 menjadi 11.232,108B$, meningkat 27 kali lipat.  Indonesia tahun 1988 adalah 107,279B$, tahun 2016 menjadi 932,448 atau meningkat 8,7 kali lipat.

https://www.rappler.com/indonesia/berita/185764-3-tahun-jokowi-jk-5-pencapaian-sektor-infrastruktur

IJ6

Jadi sangatlah tepat kebijakan Pemerintahan Jokowi-JK saat ini yang memfokuskan pembagunan infrastruktur besar-besaran, hasilnya tentu saja tidak kita lihat sekarang seperti membalik telapak tangan, tapi tentunya butuh waktu, tapi pada saatnya nanti kita akan merasakan akselerasi pertumbuhan ekonomi seperti yang dilakukan China dan banyak Negara berkembang-maju lainnya saat ini.

Lubuk Basung, 29 Oktober 2017

Advertisements

2 thoughts on “INFRASTRUKTUR DAN KEMAJUAN EKONOMI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s