Operasi kasus Developmental Dysplasia of the Hip di RSUD Lubuk Basung

RSUD LUBUK BASUNG BERHASIL MELAKUKAN OPERASI KASUS LANGKA DEVELOPMENTAL DYSPLASIA OF THE HIP (DDH) ATAU KELAINAN PANGGUL BAWAAN PADA ANAK
 
Tim medis RSUD Lubuk Basung dibawah koordinasi Dr. Hermansyah SpOT (Spesialis Orthopedi dan Traumatologi), berhasil melakukan operasi pada 3 orang pasien anak yang menderita kelainan panggul sejak lahir atau istilah latinnya disebut dengan Developmental Dysplasia of the Hip (DDH), atau dahulunya disebut dengan dislokasi panggul kongenital (Congenital Dislocation of the Hip).
Kelainan panggul ini termasuk suatu kelainan panggul pada anak anak yang cukup jarang ditemukan yaitu sekitar 1 per 10.000 kelahiran hidup, dan merupakan kasus yang sulit diagnosis dan penanganannya, sehingga sering terlambat, dan anak tersebut akan mengalami kaki pincang seumur hidupnya.
Alhamdulillah saat ini di RSUD Lubuk Basung, merupakan satu satunya Rumah Sakit Daerah di Sumatera Barat  yang bisa melakukan operasi terhadap kelainan panggul bawaan ini. Penanganan kasus ini sebelumnya belum pernah dilakukan di RSUD Lubuk Basung, kalaupun ada kasusnya biasanya akan dirujuk ke Jakarta, memerlukan biaya yang sangat banyak, karena sarana dan tenaga ahli yang belum tersedia.
Operasi ini dilakukan oleh Tim Bedah Tulang RSUD Lubuk Basung dibawah koordinasi Dr. Hermansyah SpOT, yang telah mendapat pendidikan khusus di bidang Orthopedi anak anak selama 3 bulan di bagian Orthopedi Anak, Seoul National University Hospital, Seoul, Korea Selatan tahun 2016.
Operasi yang telah dilakukan terhadap 3 orang pasien yaitu; 1 orang berasal dari Biaro, 1 orang berasal dari Payakumbuh, dan 1 orang lagi berasal dari Padang. Operasi yang dilakukan cukup sulit dan memakan waktu cukup lama sekitar 3-4 jam per kasusnya.
Dalam kesempatan ini direktur RSUD Lubuk Basung Dr. Bakhrizal M. Kes, merasa bangga dan memberikan apresiasi pada tim Bedah Tulang RSUD Lubuk Basung yang didalamnya juga termasuk Dokter Spesialis Anak RSUD Lubuk Basung karena telah berhasil melakukan operasi yang termasuk sulit dan bisa dilaksanakan dengan sarana dan prasarana yang ada di RSUD Lubuk Basung.
Selain itu Direktur RSUD Lubuk Basung menyokong penuh setiap staf dan karyawan RSUD Lubuk Basung untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menangani pasien, dan tentunya akan memberikan keuntungan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Agam dan sekitarnya.
smartselectimage_2016-12-13-08-12-01
Sebelum operasi
smartselectimage_2016-12-13-08-10-29
Sesudah operasi
Advertisements

10 orang Korban Gempa Pidie Jaya Aceh, dioperasi Tim Medis FK-Unand/RSUP Dr. M. Djamil Padang

Tim Medis Bantuan Gempa Fakultas Kedokteran (FK) dan RS M Djamil Padang berhasil operasi 10 pasien korban gempa Pidie Jaya Aceh.

====================================================

Sabtu tanggal 10 Nopember 2016, Tim Medis Bantuan Gempa Pidie Jaya Aceh, dari Fakultas Kedokteran Unand/ RSUP Dr. M Djamil Padang telah kembali ke Padang.

Tim medis  yang terdiri dari 2 orang dokter spesialis  Orthopedi (bedah tulang) Dr. Hermansyah SpOT dan Dr. Roni Eka Sahputra SpOT, 1 orang dokter Anestesi Dr. Beni Indra SpAN,  tiga dokter spesifikasi residen bedah, Dr. Vandra, Dr. Davit, Dr. Ishak dan 2 orang perawat khusus kamar operasi, Dayat dan Wardani, total tenaga 8 orang.

Sebelumnya Tim Medis ini sudah langsung berangkat pada hari pertama begitu  ada kabar terjadi gempa berkekuatan 6,5 SR di kabupaten Pidie Jaya Aceh, karena terkendala penerbangan tim terpaksa menginap dulu di Medan, baru besoknya terbang dan mendarat di Aceh hari Kamis 8-12-2016, tim segera langsung menuju lokasi bencana dan sampai sekitar jam 15.00 siang.

Karena tim dari Padang membawa petugas dan peralatan yang cukup lengkap, maka tim segera melakukan persiapan operasi pasien yang mengalami patah tulang dan langsung melakukan operasi sebanyak 3 pasien pada sore dan malam harinya, dan dilanjutkan keesokan harinya.

Selama 2 hari bekerja Tim ini berhasil melakukan operasi pada pasien korban gempa yang mengalami patah tulang sebanyak 10 orang pasien.

Yang terdiri dari pasien patah tulang pada tungkai atas dan tungkai bawah sebanyak 5 orang, dan yang sangat menggembirakan tim medis dari Padang juga berhasil melakukan operasi 5 orang pasien yang mengalami patah tulang pada tulang belakang.

Seperti pengalaman bencana gempa, selain tenaga bantuan lainnya, maka tenaga medis yang banyak dibutuhkan adalah dokter spedialis bedah tulang atau orthopedi, karena dampak gempa pasti banyak warga yang tertimpa runtuhan bangunan sehingga banyak  yang menderita patah tulang.

Tim ini melakukan operasi di 2 rumah sakit, yaitu RS Zainal Abidin Banda Aceh dan RSUD Tengku Chik Di Tiro Sigli.

Selain melakukan operasi pasien patah tulang, tim juga menyampaikan bantuan dari IDI Sumatera Barat sebanyak 20 juta rupiah kepada korban gempa Pidea Jaya Aceh.

Seperti diketahui, gempa berkekuatan 6,5 skala righter mengguncang Pidie Aceh Rabu subuh kemarin, tak hanya meruntuhkan ratusan bangunan, bahkan korban jiwa atas peristiwa itu, informasi sementara sudah mencapai 102 orang korban meninggal dunia dengan ratusan lebih warga mengalami luka berat dan ringan. Penulis Dr. Hermansyah SpOT

161211072507
Tim padang
161211072156
Tim padang
161211072014
Tim padang
161211072048
Operasi