WISATA KOREA SELATAN, TAMAN NASIONAL BUKHANSAN, BUKHANSAN NATIONAL PARK

TAMAN NASIONAL BUKHANSAN, BAEGUNDAE PEAK, WISATA KOREA SELATAN

Dr. Hermansyah Koto

Bagi anda yang senang berpetualang atau mendaki gunung, tetapi tidak mempunyai waktu yang cukup banyak saat berkunjung ke Korea Selatan, maka beberapa taman nasional dibawah ini bisa menjadi salah satu alternatif wisata alam yang sangat menawan, tapi dengan biaya yang relative murah meriah, hanya perlu transportasi, dan beberapa keperluan hiking seperti sepatu gunung, tongkat, ataupun jaket (kalau bagi anda yang tidak terlalu sering melakukan kegiatan mendaki, peralatan tadi saya kira tidak perlu dilengkapi, mungkin hanya cukup tongkat saja yang bisa dibeli dengan harga sekitar 15.000 Won untuk sepasang tongkat, dan dapat dipakai untuk dua orang).

Diantara 20 Taman Nasional yang ada di Korea Selatan, lokasinya yang cukup dekat dari kota Seoul adalah, Taman Nasional Bukhansan dan Taman Nasional Seoraksan. Kedua lokasi ini sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal dan manca negara, karena tracknya yang cukup dekat, hanya berkisar 3,8 Km, dengan menampilkan pemandangan yang sangat mengagumkan.

Korea National Park

http://english.knps.or.kr/Knp/AboutNP.aspx?MenuNum=1&Submenu=AboutNP

Bukhansan Nat Park

Taman Nasional Bukhansan
http://english.visitkorea.or.kr/enu/ATR/SI_EN_3_1_1_1.jsp?cid=264309
Seoroksan Nation Park
Taman Nasional Seoraksan
http://english.visitkorea.or.kr/enu/ATR/SI_EN_3_1_1_1.jsp?cid=264211
Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya mendaki salah satu puncak di Taman Nasional Bukhansan Korea Selatan yang jaraknya sekitar 1 setengah jam dari kota Seoul.
Pada hari Rabu, tanggal 13 April 2016, di Korea Selatan sedang diadakan Pemilu untuk memilih anggota Parlemen Korsel, dan tentu saja sama dengan banyak negara lainnya, pada hari tersebut termasuk hari libur Nasional, dan tentu saja saya tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Saya langsung mengontak beberapa kawan yang sama sama sedang melaksanakan fellowship bidang spesialisasi di beberapa rumah sakit di Korea, dan ada 3 orang yang bersedia untuk ikut yaitu Dr. Arif, Dr, Ivana, Dr, Denny, dan saya sendiri Dr. Hermansyah. Kami sepakat untuk memilih yang dekat saja yaitu Taman Nasional Bukhansan.
Dr. Arif kebagian untuk mencari detail perjalanan, dari mana berangkat, transportasi yang akan digunakan, dan rute yang akan ditempuh. Dr. Denny membawa peralatan makan dan sajadah, serta Dr. Ivana membawa makanan kecil serta minuman.
Saya menyediakan diri untuk mempersiapkan akomodasi makan siang, minuman dan tikar untuk makan siang dan sekaligus tempat Shalat. Menu yang saya buat cukup sederhana, goreng teri dan kentang, telur dadar, sayurnya cukup potong potongan ketimun, dan tentu saja tidak ketinggalan nasi putih, karena informasinya cukup sulit untuk mendapatkan makanan yang dijamin halal di sini.
Setelah melakukan pencarian di internet, maka diputuskan jalur yang akan ditempuh mulai dari stasiun yang mempunyai jalur MRT line 3, terus berhenti di Stasiun Gupabal dan berkumpul di exit 1. Kemudian dari sana naik bus no 704, tidak usah ragu, karena akan banyak kelihatan orang yang siap dengan perlengkapan mendaki, dan juga banyak orang tua diatas 60 tahun, tapi mereka kelihatan masih gesit dan kuat. Bus tersebut akan membawa kita ke arah Taman Nasional Bukhansan, jangan takut sang Sopir akan teriak saat ada perhentian di depan taman nasional tersebut; “Bukhansan….Bukhansan….Bukhansan”

DSC_0762
Taman Nasiona Bukhansan, kami belum tahu sama sekali kearah mana pendakian akan dilakukan….

Setelah turun dari Bus, kami ikut saja dengan rombongan wisatawan lainnya yang keliatnnya akan mendaki juga. Sampai dipintu taman Nasional Bukhansan, tentu saja kami tidak lupa mengambil foto di pintu gerbang, saat minta tolong pada penjaga karcis, ternyata beliau sangat ramah dan mau membantu serta menunjukkan secara detail rute yang harus kami tempuh untuk menuju salah satu puncak di Taman Nasional Bukhansan ini. Awalnya kami terkejut ketika dia menunjuk ke salah satu puncak bukit batu yang terlihat dari bawh, “that is Baegundae Peak, the most popular peak at the Bukhansan Nationla Park”, karena jalan yang akan kami lalui keliatannya biasa biasa saja, seolah tidak ada tantanganya, ada kawan yang nyeletuk, “hiking kok gini jalanya” (padahal nantinya beliau ngos ngosan dan mau nangis tuh). Berhubung hari ini hari libur, mungkin juga karena ada Pemilu, maka untuk hari ini free pass, biasanya bayar sekitar 4000 Won.
Ternyata track yang kami lalui cukup jauh sekitar 3,8 Km untuk mencapai Baegundae Peak, dan menurut petugas tadi butuh waktu sekitar 2 jam perjalanan, wahhh cukup lama juga, tapi karena cukup ramai ya senang senang saja.

Perjalanan dilanjutkan sambil bergurau, ternyata tidak seperti dugaan semula, tracknya mulai menanjak dan kemiringannya mulai memeras lutut dan membuat suara nafas kami mulai kedengaran alias ngos ngosan …. Hehehehe…
Kami awalnya tidak tahu yang mana yang dimaksud dengan ”Baegundae Peak”, sehingga acuh saja saat ditanya mau kemana, dan setuju saja saat ditunjukkan arah ”Baegundae Peak” di peta. Ternyata ”Baegundae Peak” berada dalam lingkaran merah pada foto berikut ini, untung kami tidak tahu bukit yang mana yang akan didaki dari awal, kalau ketahuan dari awal sudah pasti kami akan balik kost saat itu juga  “hehehehehe”

 

Begunden Peak

Awal tracking, dengan latar belakang “Baegundae Peak” yang belum kami ketahui….

Akhirnya dengan berbagai alasan untuk ambil foto dan sebagainya (istilah lain untuk ambil nafas dan meregangkan kaki) waktu tempuh jadi molor menjadi 2 kali lipat menjadi sekitar 4 jam perjalanan. Apalagi ada teman yang sudah cukup lama tidak berjalan jauh dan berat badan yang agak berlebih dan track yang sangat curam dan kadang kadang harus menggunakan tangga dari batu, tangga dari papan, ataupun dengan menggunakan beberapa tali yang memang telah disiapkan. Tapi semua kelelahan tersebut selalu bisa diimbangi dengan pemandangan yang menakjubkan serta dihiasi bunga sakura yang sedang bermekaran.

2
4 5

22

Diputuskan untuk makan siang terlebih dahulu, hehehehe…. Ludes semuanya, …apakah karena saya yang pintar masak…atau kelaparan?? Kayaknya  yang pertama sehhh… maklum orang Padang pasti pintar masak….

7
Sekaligus diputuskan untuk shalat Jamak Qashar, Zuhur dan Ashar…… dan wajah wajah ceria setelah kebutuhan utama terpenuhi…. Siap untuk melanjutkan perjalanan…

20
Akhirnya setelah mendaki lebih kurang 4 jam,  kami sampai juga di kaki “Baegundae Peak”…. Pasti mejeng dulu, karena ini merupakan awal yang tersulit dari pendakian ini.

21
Perjuanga terakhir menuju “Baegundae Peak”, namun karena terjalnya pendakian, dr. Ivana SpKN (Fellowship Kedokteran Nuklir) memutuskan untuk tidak melanjutkan pendakian dan “cukup bahagia” sudah samapai sejauh ini..

DSC_0845
DSC_0867
Kelihatan dari jauh kota Seoul (Dr. Hermansyah, Fellowship Pediatric Orthopaedic)

11
Pemandangan yang luar biasa indahnya

(Dr. Denny, Resident Orthopedi dari Unpad)

12.jpg
Kepenatan digantikan oleh wajah yang ceria

(Dr. Arif SpOT, Fellowship Pediatric Orthopaedic dari UNAIR)

13.jpg
Perjuangan menuju titik akhir….

Begundae bendere
14
Alhamdulillah…semua lelah dan capek itu terbayarkan setelah mencapai “Baegundae Peak”, cuman sayang sekali, kita tidak membawa bendera Indonesia saat itu…

15
Di ketinggian 836 Meter DPL….

16
Hanya satu kata “Subhanallah”…..

Setelah melepas lelah sekitar 15 menit kami memutuskan untuk turun kembali, dan perut mulai terasa linu disamping lutut yang sudah menjerit membayangkan akan turun kembali ke bawah dengan menempuh jarak sekitar 3,8 KM lagi….
Namun, Alhamdulillah saat kembali mencapai titik kaki “Baegundae Peak” kami bertemu dengan seorang pendaki Korea yang mengajak untuk turun ke arah berlawanan dengan saat kami naik tadi, rupanya ada jalan yang lebih singkat hanya berjarak 1,8 KM dari kaki “Baegundae Peak”, tetapi keliatannya jalannya lebih curam, tetapi kami tetap memutuskan untuk mengikuti jalan ini karena lebih dekat separohnya dari track pertama tadi.
Dari sini kami akan turun menuju ke Pos Baegundae Park Information Center dengan jarak sekitar 1,8 KM, namun track yang dilalui lebih curam, kemudian dari Baegundae Park Information Center boleh diteruskan pakai taksi menuju stasiun Yusu dan kembali ke Seoul dengan menggunakan MRT line 4, atau bisa juga diteruskan berjalan lebih kurang 800 meter lagi kebawah untuk mampir ke kota Suyu-Dong, dan naik bus 02 menuju stasiun Yusu dan terus ke Seoul
19
Di Pos Polisi menjelang Baegundae Park Information Center, masih mencoba tersenyum dengan tenaga yang tersisa….

Demikianlah sedikit pengalaman mendaki dan menikmati alam di taman Nasional Bukhansan, Seoul, Koea Selatan, semoga bermanfaat..

Seoul, 13 April 2016
Dr. Hermansyah Koto

Advertisements

One thought on “WISATA KOREA SELATAN, TAMAN NASIONAL BUKHANSAN, BUKHANSAN NATIONAL PARK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s