WISATA KOREA SELATAN, FESTIVAL BUNGA TULIP, SOUTH KOREA TULIP FESTIVAL

WISATA KOREA SELATAN, FESTIVAL BUNGA TULIP DI KOREA SELATAN

Dr. Hermansyah Koto

A

Taen Tulip Festival, 17 April 2016

Bunga Tulip, adalah bunga yang melambangkan rasa cinta dan keindahan dunia. Kecantikan bentuk dan penampilan warnanya sangat sulit digambarkan. Bunga yang identik dengan negeri Belanda ini begitu digemari hampir oleh seluruh umat manusia. Setiap tahun khususnya pada saat musim dingin (Maret, April, dan Mai), ratusan ribu turis berbondong-bondong mengunjungi negeri Belanda hanya sekedar untuk dapat melihat keindahan bunga bernama latin Tulipa prominence ini. Kota yang selalu dikunjungi untuk melihat keindahan tulip di negeri Belanda adalah kota Anna Paulowna, kota Keukenhof dan beberapa kota lainnya seperti Lisse, Noordwijk dan Sassenheim. Kota ini terletak di Belanda Utara (North Holland). Di kota ini, banyak terdapat taman-taman bunga tulip yang menawarkan panorama estetik khas kebun bunga tulip.

DSC_0093

Taen Tulip Festival, 17 April 2016

Kendati sangat identik dengan negeri Belanda, ternyata bunga Tulip bukanlah bunga asli Belanda. Bunga ini sebetulnya berasal dari Asia Tengah. Bunga Tulip dahulunya adalah bunga yang tumbuh secara liar di kawasan Pegunungan Pamir, Stepa di Kazakhstan, dan Pegunungan Hindu Kush. Karena keindahannya dan kecantikannya, bunga Tulip kemudian mampu memikat Kerajaan Ottoman Turki, sehingga pada tahun 1080 mereka mulai membudidayakannya.B

Taen Tulip Festival, 17 April 2016

Karena kecantikannya, bunga Tulip kemudian mulai populer dan pembudidayaannya merambah daerah-daerah lain di sekitaran Asia Tengah, seperti Rusia, pesisir Laut Hitam, dan Krimea. Kepopuleran ini terjadi karena bunga tulip seringkali disanjung-sanjung dalam berbagai puisi. Pada abad ke 12 misalnya, Omar Khayam membuat sebuah puisi berjudul “Tulip Bunga Surga”. Selanjutnya, pada abad ke 13, keindahan bunga tulip dijadikan penggalan syair oleh beberapa penyair sufi. Hingga akhirnya pada tahun 1500-an, Tulip mulai diperkenalkan ke Austria (Eropa Timur), dimana pada saat itu, daerah ini berada di bawah kekuasaan Turki Ustmany.

D

Taen Tulip Festival, 17 April 2016

 Pada tahun 1592, seorang duta besar Austria yaitu Ogier Ghiselain de Busbecq membawa koleksi biji bunga Tulip dari Wina. Biji-biji tersebut kemudian diberikan kepada temannya yang seorang ahli perkebunan Belanda yakni Carolus Clusius. Biji-biji tersebut kemudian ditanam dikebun praktik Universitas Leiden, Belanda pada tahun 1593. Karena hal itu, Carolus Clusius dikemudian hari menjadi tokoh besar dalam sejarah bunga Tulip di Eropa.

Carolus sangat tertarik dengan keindahan bunga Tulip yang ditanamnya. Berbekal pengetahun yang dimilikinya, Carolus kemudian melakukan penelitian untuk memperoleh variasi warna bunga Tulip baru. Penelitianpun berhasil, beberapa variasi warna Tulip baru diperoleh Carolus. Tampilan bunga Tulip yang awalnya sudah indah, semakin menjadi lebih indah berkat penelitian yang dilakukan oleh Carolus. Melihat keindahan warna tersebut, banyak orang-orang disekitar Carolus yang ingin membeli bunga hasil penelitinnya itu. Sebagian besar justru menginginkan Carolus menjual benih bunga Tulip tersebut untuk dibudidayakan kembali. Dan sejak saat itulah bunga tulip menjadi populer di negeri Belanda, sudut-sudut kota dipenuhi dengan pemandangan bunga Tulip yang indah dan menawan.

E

Taen Tulip Festival, 17 April 2016

Jadi selama ini kita mendengar Bunga Tulip  identik dengan negara Belanda, padahal bukan. Untuk saat ini kita tidak harus pergi jauh agar bisa menikamti keindahan Bunga Tulip melalui Festival Tulip. Sekarang Bunga Tulip  bisa dinikmati di hampir di semua negara Asia, termasuk Singapura.

C

Taen Tulip Festival, 17 April 2016

Korea Selatan tiap tahunya mempunyai tiga tempat yang popular untuk menikmati keindahan Bunga Tulip, yaitu:

  1. Everland Tulip Festival (http://english.visitkorea.or.kr/enu/ATR/SI_EN_3_1_1_1.jsp?cid=1906831)

Festival Tulip di Everland, berlangsung pertengahan April sampai pertengahan Mai setiap tahunnya. Terdapat hampir 1,2 juta bunga Tulip dari lebih dari 100 macam varietas bunga Tulip, disamping itu kita juga bisa menikmati bermacam macam wahana permainan yang ada di tempat ini. Biaya masuk ke Everland lumayan mahal sekitar 48.000 Won (Rp 560.000), untuk orang asing kalau saya ngak salah ada potongan menjadi sekitar 38-40.000 Won.

Anda juga bisa menggunakan beberapa biro perjalanan yang melaksanakan tour sehari menuju Everland.

Untuk pergi ke Everland bisa dengan menggunakan Subway ataupun bus, waktu perjalanan diperkirakan sekitar 2-2,5 jam untuk mencapai Everland dari kota Seoul:

  • Subway menuju stasiun Jeondae/ Everland, kemudian exit 3, dan naik shuttle bus ke Everland
  • Sinnonhyeon Station, Gangnam Station, Yangjae Station: Bus No. 5002
  • Pangyo, Segok-dong, Suseo Station, Songpa Station, Jamsil Station, Gangbyeon Station: Bus No. 5700
  • Sadang Station, Nambu Terminal (via Bundang and Gwangju): Bus No. 1500-2
  • Gangbyeon Station, Gangdong Station (via Gwangju): Bus No. 1113

 G

Everland Tulip Festival

  1. Shinan Tulip Festival (http://english.visitkorea.or.kr/enu/ATR/SI_EN_3_2_1.jsp?cid=1584299)

Di tempat ini ditanam lebih dari 3 juta bunga Tulip, dan merupakan tempat terbaik untuk pertumbuhan bunga tulip di Korea. Lokasinya cukup jauh dari kota Seoul, ke arah Selatan dari kota Seoul, dan terletak di sebuah pulau Shinan.

Transportasi menuju kesana ada beberapa cara:

  • Gwangju, naik bus menuju Gwangju dari terminal bus seperti ke Taean, turun di Gwangju U-Square Bus Terminal, naik bus lagi menuju Jido, dan turun di Jido Jeomam Dock. (Jadwal Bus: 6:25, 8:30, 9:25, 11:20, 13:00, 15:40, 17:50, 19:00)
  • Mokpo
    Naik bus menuju Mokpo dari terminal bus seperti ke Taean, turun di Gwangju U-Square Bus Terminal, naik bus lagi menuju Jido, dan turun di Jido Jeomam Dock. (Jadwal Bus: 6:45, 7:45, 9:50, 11:20, 14:25, 15:30, 16:30, 18:55)
  • Naik Ferry dari Jeomam Dock menuju Imja Dock, naik bus tranfers menuju festival Tulip (Jadwal Ferry: 07:00-18:30 (setiap 20 menit) / 20:00-22:00 (setiap 1 jam)

H

Shinan Tulip Festival

  1. Taean Tulip Festival (http://english.visitkorea.or.kr/enu/ATR/SI_EN_3_2_1.jsp?cid=1990572)

Taean Tulip Festival terpilih menjadi salah satu dari lima festival Tulip yang paling terkenal di Asia, yang dimulai sejak tahun 2012. Lokasinya berada didaerah pantai di daerah Taean, disini anda akan disuguhi dengan bermacam macam keindahan bunga tulip dalam bentuk beberapa macam konfigurasi, dengan biaya masuk relatif murah, sekitar 9.000 Won (Rp 105.000,-), untuk orang asing dapat potongan sekitar 2.000 Won (Rp 20.000) atau sekitar  7.000 Won (Rp 85.000,-)

Untuk menuju Taean festival, bisa menggunakan bus dari intercity terminal seperti Dong Seoul Bus Terminal ataupun dari Nambu Terminal Seoul dan ambil bus express intercity menuju Termial  bus Taean, biasannya perjalanan sekitar 2,5 – 3 jam. Kemudian ambil bus menuju Gomseom di Gate 19, dan turun di Morenon (sekitar 1 jam). Tidak usah khawatir, bilang saja pada supir busnya pergi ke festival Tulip, maka dia akan menghentikan bus di Festival Tulip Taean.

Kemudian berjalan kaki sekitar 600-700 meter, dan anda akan sampai di Festival Tulip Taean.

K

Taen Tulip Festival, 17 April 2016

A

Taen Tulip Festival, 17 April 2016

 J

Taen Tulip Festival, 17 April 2016

I

Taen Tulip Festival, 17 April 2016

L

Taen Tulip Festival, 17 April 2016

T

Taen Tulip Festival, 17 April 2016 (Jenis Ronaldo)

s

Taen Tulip Festival, 17 April 2016

M

Taen Tulip Festival, 17 April 2016

n

Taen Tulip Festival, 17 April 2016

 p

Taen Tulip Festival, 17 April 2016

Advertisements

WISATA KOREA SELATAN, TAMAN NASIONAL BUKHANSAN, BUKHANSAN NATIONAL PARK

TAMAN NASIONAL BUKHANSAN, BAEGUNDAE PEAK, WISATA KOREA SELATAN

Dr. Hermansyah Koto

Bagi anda yang senang berpetualang atau mendaki gunung, tetapi tidak mempunyai waktu yang cukup banyak saat berkunjung ke Korea Selatan, maka beberapa taman nasional dibawah ini bisa menjadi salah satu alternatif wisata alam yang sangat menawan, tapi dengan biaya yang relative murah meriah, hanya perlu transportasi, dan beberapa keperluan hiking seperti sepatu gunung, tongkat, ataupun jaket (kalau bagi anda yang tidak terlalu sering melakukan kegiatan mendaki, peralatan tadi saya kira tidak perlu dilengkapi, mungkin hanya cukup tongkat saja yang bisa dibeli dengan harga sekitar 15.000 Won untuk sepasang tongkat, dan dapat dipakai untuk dua orang).

Diantara 20 Taman Nasional yang ada di Korea Selatan, lokasinya yang cukup dekat dari kota Seoul adalah, Taman Nasional Bukhansan dan Taman Nasional Seoraksan. Kedua lokasi ini sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal dan manca negara, karena tracknya yang cukup dekat, hanya berkisar 3,8 Km, dengan menampilkan pemandangan yang sangat mengagumkan.

Korea National Park

http://english.knps.or.kr/Knp/AboutNP.aspx?MenuNum=1&Submenu=AboutNP

Bukhansan Nat Park

Taman Nasional Bukhansan
http://english.visitkorea.or.kr/enu/ATR/SI_EN_3_1_1_1.jsp?cid=264309
Seoroksan Nation Park
Taman Nasional Seoraksan
http://english.visitkorea.or.kr/enu/ATR/SI_EN_3_1_1_1.jsp?cid=264211
Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya mendaki salah satu puncak di Taman Nasional Bukhansan Korea Selatan yang jaraknya sekitar 1 setengah jam dari kota Seoul.
Pada hari Rabu, tanggal 13 April 2016, di Korea Selatan sedang diadakan Pemilu untuk memilih anggota Parlemen Korsel, dan tentu saja sama dengan banyak negara lainnya, pada hari tersebut termasuk hari libur Nasional, dan tentu saja saya tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Saya langsung mengontak beberapa kawan yang sama sama sedang melaksanakan fellowship bidang spesialisasi di beberapa rumah sakit di Korea, dan ada 3 orang yang bersedia untuk ikut yaitu Dr. Arif, Dr, Ivana, Dr, Denny, dan saya sendiri Dr. Hermansyah. Kami sepakat untuk memilih yang dekat saja yaitu Taman Nasional Bukhansan.
Dr. Arif kebagian untuk mencari detail perjalanan, dari mana berangkat, transportasi yang akan digunakan, dan rute yang akan ditempuh. Dr. Denny membawa peralatan makan dan sajadah, serta Dr. Ivana membawa makanan kecil serta minuman.
Saya menyediakan diri untuk mempersiapkan akomodasi makan siang, minuman dan tikar untuk makan siang dan sekaligus tempat Shalat. Menu yang saya buat cukup sederhana, goreng teri dan kentang, telur dadar, sayurnya cukup potong potongan ketimun, dan tentu saja tidak ketinggalan nasi putih, karena informasinya cukup sulit untuk mendapatkan makanan yang dijamin halal di sini.
Setelah melakukan pencarian di internet, maka diputuskan jalur yang akan ditempuh mulai dari stasiun yang mempunyai jalur MRT line 3, terus berhenti di Stasiun Gupabal dan berkumpul di exit 1. Kemudian dari sana naik bus no 704, tidak usah ragu, karena akan banyak kelihatan orang yang siap dengan perlengkapan mendaki, dan juga banyak orang tua diatas 60 tahun, tapi mereka kelihatan masih gesit dan kuat. Bus tersebut akan membawa kita ke arah Taman Nasional Bukhansan, jangan takut sang Sopir akan teriak saat ada perhentian di depan taman nasional tersebut; “Bukhansan….Bukhansan….Bukhansan”

DSC_0762
Taman Nasiona Bukhansan, kami belum tahu sama sekali kearah mana pendakian akan dilakukan….

Setelah turun dari Bus, kami ikut saja dengan rombongan wisatawan lainnya yang keliatnnya akan mendaki juga. Sampai dipintu taman Nasional Bukhansan, tentu saja kami tidak lupa mengambil foto di pintu gerbang, saat minta tolong pada penjaga karcis, ternyata beliau sangat ramah dan mau membantu serta menunjukkan secara detail rute yang harus kami tempuh untuk menuju salah satu puncak di Taman Nasional Bukhansan ini. Awalnya kami terkejut ketika dia menunjuk ke salah satu puncak bukit batu yang terlihat dari bawh, “that is Baegundae Peak, the most popular peak at the Bukhansan Nationla Park”, karena jalan yang akan kami lalui keliatannya biasa biasa saja, seolah tidak ada tantanganya, ada kawan yang nyeletuk, “hiking kok gini jalanya” (padahal nantinya beliau ngos ngosan dan mau nangis tuh). Berhubung hari ini hari libur, mungkin juga karena ada Pemilu, maka untuk hari ini free pass, biasanya bayar sekitar 4000 Won.
Ternyata track yang kami lalui cukup jauh sekitar 3,8 Km untuk mencapai Baegundae Peak, dan menurut petugas tadi butuh waktu sekitar 2 jam perjalanan, wahhh cukup lama juga, tapi karena cukup ramai ya senang senang saja.

Perjalanan dilanjutkan sambil bergurau, ternyata tidak seperti dugaan semula, tracknya mulai menanjak dan kemiringannya mulai memeras lutut dan membuat suara nafas kami mulai kedengaran alias ngos ngosan …. Hehehehe…
Kami awalnya tidak tahu yang mana yang dimaksud dengan ”Baegundae Peak”, sehingga acuh saja saat ditanya mau kemana, dan setuju saja saat ditunjukkan arah ”Baegundae Peak” di peta. Ternyata ”Baegundae Peak” berada dalam lingkaran merah pada foto berikut ini, untung kami tidak tahu bukit yang mana yang akan didaki dari awal, kalau ketahuan dari awal sudah pasti kami akan balik kost saat itu juga  “hehehehehe”

 

Begunden Peak

Awal tracking, dengan latar belakang “Baegundae Peak” yang belum kami ketahui….

Akhirnya dengan berbagai alasan untuk ambil foto dan sebagainya (istilah lain untuk ambil nafas dan meregangkan kaki) waktu tempuh jadi molor menjadi 2 kali lipat menjadi sekitar 4 jam perjalanan. Apalagi ada teman yang sudah cukup lama tidak berjalan jauh dan berat badan yang agak berlebih dan track yang sangat curam dan kadang kadang harus menggunakan tangga dari batu, tangga dari papan, ataupun dengan menggunakan beberapa tali yang memang telah disiapkan. Tapi semua kelelahan tersebut selalu bisa diimbangi dengan pemandangan yang menakjubkan serta dihiasi bunga sakura yang sedang bermekaran.

2
4 5

22

Diputuskan untuk makan siang terlebih dahulu, hehehehe…. Ludes semuanya, …apakah karena saya yang pintar masak…atau kelaparan?? Kayaknya  yang pertama sehhh… maklum orang Padang pasti pintar masak….

7
Sekaligus diputuskan untuk shalat Jamak Qashar, Zuhur dan Ashar…… dan wajah wajah ceria setelah kebutuhan utama terpenuhi…. Siap untuk melanjutkan perjalanan…

20
Akhirnya setelah mendaki lebih kurang 4 jam,  kami sampai juga di kaki “Baegundae Peak”…. Pasti mejeng dulu, karena ini merupakan awal yang tersulit dari pendakian ini.

21
Perjuanga terakhir menuju “Baegundae Peak”, namun karena terjalnya pendakian, dr. Ivana SpKN (Fellowship Kedokteran Nuklir) memutuskan untuk tidak melanjutkan pendakian dan “cukup bahagia” sudah samapai sejauh ini..

DSC_0845
DSC_0867
Kelihatan dari jauh kota Seoul (Dr. Hermansyah, Fellowship Pediatric Orthopaedic)

11
Pemandangan yang luar biasa indahnya

(Dr. Denny, Resident Orthopedi dari Unpad)

12.jpg
Kepenatan digantikan oleh wajah yang ceria

(Dr. Arif SpOT, Fellowship Pediatric Orthopaedic dari UNAIR)

13.jpg
Perjuangan menuju titik akhir….

Begundae bendere
14
Alhamdulillah…semua lelah dan capek itu terbayarkan setelah mencapai “Baegundae Peak”, cuman sayang sekali, kita tidak membawa bendera Indonesia saat itu…

15
Di ketinggian 836 Meter DPL….

16
Hanya satu kata “Subhanallah”…..

Setelah melepas lelah sekitar 15 menit kami memutuskan untuk turun kembali, dan perut mulai terasa linu disamping lutut yang sudah menjerit membayangkan akan turun kembali ke bawah dengan menempuh jarak sekitar 3,8 KM lagi….
Namun, Alhamdulillah saat kembali mencapai titik kaki “Baegundae Peak” kami bertemu dengan seorang pendaki Korea yang mengajak untuk turun ke arah berlawanan dengan saat kami naik tadi, rupanya ada jalan yang lebih singkat hanya berjarak 1,8 KM dari kaki “Baegundae Peak”, tetapi keliatannya jalannya lebih curam, tetapi kami tetap memutuskan untuk mengikuti jalan ini karena lebih dekat separohnya dari track pertama tadi.
Dari sini kami akan turun menuju ke Pos Baegundae Park Information Center dengan jarak sekitar 1,8 KM, namun track yang dilalui lebih curam, kemudian dari Baegundae Park Information Center boleh diteruskan pakai taksi menuju stasiun Yusu dan kembali ke Seoul dengan menggunakan MRT line 4, atau bisa juga diteruskan berjalan lebih kurang 800 meter lagi kebawah untuk mampir ke kota Suyu-Dong, dan naik bus 02 menuju stasiun Yusu dan terus ke Seoul
19
Di Pos Polisi menjelang Baegundae Park Information Center, masih mencoba tersenyum dengan tenaga yang tersisa….

Demikianlah sedikit pengalaman mendaki dan menikmati alam di taman Nasional Bukhansan, Seoul, Koea Selatan, semoga bermanfaat..

Seoul, 13 April 2016
Dr. Hermansyah Koto

POLITIK SARA YANG MEMALUKAN

POLITIK SARA YANG MEMALUKAN

 

Akhir akhir ini sangat sering kita temukan postingan di medsos yang menyasar etnis tertentu terutama etnis (maaf) China. Mungkin dikarenakan pengalaman kelam saat kerusuhan 1998 dan kasus BLBI yang menghebohkan tersebut, ditambah lagi dengan fenomena Ahok yang menambah heboh ajang pilgub DKI tahun 2017.

Yang tak kalah menarik adalah hujatan terhadap Jokowi yang dianggap sangat pro Aseng dan Asing, padahal kenyataanya jauh panggang dari api. (akan dibahas dalam kesempatan lain)

Dan yang tidak pernah habis juga jadi bahan hujatan terhadap Jokowi adalah tentang hutang RI pada China, mereka mengatakan Jokowi sudah menjual negara RI ke China, menggadaikan negara ini ke China, atau kalau kita bangun pagi kita akan kaget karena negara ini sudah terjual ke China.

Saya mencoba bertanya dan menganalisa kenapa dengan hutang ini, sehingga “mereka” sangat anti terhadap China, dan selalu menghujat Jokowi??, dan terakhir nanti kita akan merasa malu sendiri dengan politik SARA ini.

Pertanyaan saya antara lain, apakah mereka marah dan benci pada negara China atau RRC?, apakah mereka marah dan benci pada etnis orang China?, apakah mereka marah dan benci pada China karena non Muslim atau dikatakan Kafir, dan atau ada alasan lainnya….( nah ini yang paling mungkin efek tidak bisa legowo menerima hasil Pilpres)

Sehubungan dengan hutang Indonesia diatas, kalau kita lihat dan analisa beberapa tahun terakhir ini, dan menurut data 10 tahun belakangan ini, kita sangat tergantung pada hutang, dimana hutang luar negeri Indonesia (HLNI) yang “diwariskan” pada Jokowi saat dilantik tgl 20 Oktober 2014 adalah sekitar $295.934 Juta US Dollar, dan saat ini per Januari 2016 total HLNI adalah $308.050 Juta US Dollar, atau selama kurun waktu memerintah Jokowi menambah HLNI sekitar $13 Juta US Dollar, kalau berdasarkan tahun anggaran, jumlah HLNI dibuat Jokowi dari Desember 2014 adalah $310.722 Juta US Dollar dan Desember 2015 adalah $293.708 Juta US Dollar, atau bertambah sekitar $ 17 Juta US Dollar.

Bandingkan dengan hutang yang dibuat pemerintahan RI sebelumnya, dimana HLNI Desember 2014 adalah $293.708 Juta Dollar dan Desember 2013 HLNI adalah $266.109 Juta US Dollar, atau hutang bertambah dalam 1 tahun adalah sekitar $27 Juta US Dollar. (mana yang banyak hayooo?)

Dari komposisi Hutang tersebut, urutan negara pemberi hutang sampai tahun 2011 adalah:

  1. Jepang
  2. Singapore
  3. Amerika
  4. Belanda
  5. Jerman
  6. Inggris
  7. Prancis
  8. China
  9. Hongkong

HLN 2011

Sumber: http://www.bi.go.id/en/statistik/utang-luar-negeri/Default.aspx

Menurut detik.com, pada tahun 2011, pemerintahan SBY mulai beralih dari Jepang ke China dan Singapore, dimana ditandai dengan penurunan pinjaman dari Jepang dan peningkatan pinjaman dari Singapore, China dan Hongkong. Hal ini terjadi dikarenakan saat itu SBY mulai mengalihkan perhatiannya ke China dan mulai banyak membuat kerjasama dengan China, hal ini terbukti dengan penanda tanganan 22 perjanjian kerjasama denagn China oleh Menko Ekonomi Hatta Radjasa pada tanggal 29 Maret 2011.

Jiabau SBY                   Hatta Wang Ji

Senyum sipu SBY dan Wen Jiabao   Keakraban Hatta Radjasa dan Wang Yi

Pada saat itu Hatta rajasa mengatakan, Indonesia dengan China akan menandatangani 22 perjanjian kerjasama diberbagai sektor. Hal ini terkait kedatangan Perdana Menteri China Wen Jiabao ke Indonesia. Maka sejak itu komposisi negara utama pemberi hutang mulai mengalami perubahan posisi China mulai naik sampai saat ini menempati posisi ke 3 sebagai pemberi hutang pada Indoesia setelah Singapore, Jepang dan baru China.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, penandatangan tersebut akan dilakukan dua tahap. China berkomitmen menggelontorkan investasi hingga US$ 10 miliar.

“Sebagian dalam bisnis gathering besok, dan sebagian di dalam menteri di depan presiden pada hari ini,” kata Hatta ketika ditemui di Hotel Shangrila, Jakarta, Jumat (29/4/2011). http://finance.detik.com/read/2011/04/29/140025/1628573/4/makin-mesra-ri-china-teken-22-perjanjian

Sejak tahun 2012, mulailah pemerintah RI berpaling dari Jepang ke Singapore dan China dalam hal mendapatkan hutang luar negeri.

HLN 2013

Tapi yang kena hujat dan selalu jadi sasaran kemarahan adalah Jokowi, kenapa selama 4 tahun terakhir ini mereka diam???….. anehh kann?

Dan sekarang posisi pemberi Hutang terbanyak adalah Singapore nomor 1, Jepang nomor 2, dan China serta Hongkong diurutan 3.

HLN 2016

Sumber: http://www.bi.go.id/en/statistik/utang-luar-negeri/Default.aspx

Kenapa berpaling ke China, kok tidak ke Eropa atau Amerika, atau ke negara negara Islam di Timur Tengah??

Sejak awal tahun 2001 Eropa mulai dilanda krisis ekonomi, yang dimulai dengan bergabungnya Yunani ke Zona Eropa sampai Yunani dinyatakan Bankrut, demikian juga dengan Amerika dengan hutang merek yang melebihi 100% dari PDB mereka, sedangkan negara Timur Tengah, mereka tidak berhenti mengalami perang sadara sejak dimulainya invasi Amerika ke Irak tahun 2003.

Dari semua negara di dunia saat ini China adalah negara yang cukup stabil keadaan ekonominya, terbukti perekonomian mereka masih bisa tumbuh rata 6-7% pertahun. Jepang walau kelihatannya stabil, ternyata juga mengalami kelesuan ekonomi, sehingga merek menerapkan sistim suku bunga minus saat ini.

http://finance.detik.com/read/2016/01/19/111808/3121695/4/ekonomi-china-tumbuh-69-di-2015-terendah-dalam-25-tahun

http://finance.detik.com/read/2016/02/17/081757/3143909/5/setelah-jepang-negara-negara-ini-diprediksi-bakal-terapkan-bunga-negatif

Jadi pilihan yang jatuh ke China dan Singapore, lebih dikarenakan tersedianya dana segar dan juga dalam rangka mengurangi dominasi Dollar Amerika yang sangat dominan mempengaruhi ekonomi dunia dan juga Indonesia, sehingga kita mudah sekali diombang ambingkan dengan naik turunnya kurs dollar Amerika, tapi kelihatannys cendrung terus menaik, sehingga pada keadaan tertentu membuat kita kalang kabut, padahal kita terpaut jauh dengan Amerika baik dalam hal jarak maupun waktu serta teknologi.

http://indonesia.rbth.com/economics/2015/04/01/keuangan_dunia_dikuasai_as_tiongkok_ciptakan_alternatif_sumber_dana_27287

Disamping itu untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang memerlukan pembiayaan yang sangat besar, tapi tidak memberatkan anggaran negara, sehingga anggaran negara lebih fokus digunakan pada daerah lain yang tidak mempunyai nolai ekonomi jangka pendek, maka Jokowi mengembangan sistim pembiayaan pembangunan infrastruktur dengan sistim Business to Business atau skema B to B, jadi yg membiayai adalah swasta dan dikelola swasta dalam jangka waktu tertentu akan kembali dikelola negara. Contoh paling anyar adalah proyek kereta cepat Jakarta – Bandung. this HTML class. Value is http://www.bbc.com/i

Kembali pada postingan diatas, ternyata sejak 10 tahun belakangan ini, negara yang menjadi pemberi hutang terbanyak adalah Negara Jepang dan Singapore, ada beberapa hal yang terkait dari pertanyaan saya tersebut, kalau kita berkoar koar mencap kafir sana sini, menghujat china kesana sini, apa ngak malu kita, menghujat kafir (dengan konotasi menghina dan menghujat)?, tapi merekalah yang paling banyak membantu kita dalam pebangunan negara ini, paling banyak meminjamkan uang mereka pada negara kita

Khusus pada anda PNS dan Pejabat Negara (khususnya yang masih sering menyebarkan isu SARA ini) berhentilah menyebarkan kebencian melalui POLITIK SARA YANG MEMALUKAN ini untuk memojokkan etnis tertentu khususnya China, karena mungkin (hampir pasti) uang yang selama ini digunakan Pemerintah untuk membayar gaji kita, memberi makan anak istri kita,ternyata etnis merekalah yang  dari 10 tahun atau mungkin berpuluh tahun yang lalu yang memberikan uang tersebut walau dalam bentuk hutang pada kita dan juga sebagai modal untuk menyelenggarakan negara ini dan membangun infrastruktur yang kita nikamti sehari hari….

Inilah yang saya sebut “POLITIK SARA YANG MEMALUKAN” yang merajai dunia penghasutan melalui medsos terutama Facebook saat ini…

Maka mulai sekarang, ayolah hentikanlah hujat menghujat, hina menghina, menyudutkan etnis tertentu, sehingga Indonesia yang damai bisa terwujud. Terlampau banyak waktu dan tenaga yang terbuang percuma hanya untuk saling meghujat dan saling mencaci…..

Kalau mereka bersalah atau melakukan tindak pidana silakan saja laporkan pada penegak hukum, bukan malahan menebarkan kabar yang belum tentu benar atau bohong di media sosial.

Untuk sama sama direnungkan wahai saudaraku sebangsa dan stanah air

Seoul, 25 Maret 2016

Dr. Hermansyah Koto