JALAN TOL YANG MACET (PEMBANGUNANNYA)

Apresiasi kepada pak Jokowi yang bertekad membangun jalan tol sepanjang 1060 km dalam 5 tahun dan 3733 km dalam 10 tahun….

Tekad Jokowi

http://finance.detik.com/read/2015/11/04/123046/3061662/4/tekad-jokowi-jalan-tol-ri-bertambah-1060-km-dalam-5-tahun

Panjang jalan tol di Indonesia sejak baru dibangun taun 1973, setelah 40 tahun pada Maret 2014, adalah sekitar 918 KM (kuang dari 1000 KM), dan dalam jangka 10 tahun pemerintahan SBY dibangun jalan tol sekitar 300 Km atau sekitar 30 Km/ Th

Tol Sby

 

http://www.merdeka.com/uang/menteri-pu-di-era-sby-tiap-tahun-bangun-30-km-jalan-tol.html

Kita masih kalah jauh dari Malaysia yang mulai membangun jalan Tol nya sekitar 20 th lalu, dan yang membangun pertama kali malahan Indonesia, sekarang mereka mempunyai panjang jalan tol sekitar 3000 km atau sekitar 150 km/ th. Jangan kata di China yang jala tol nya sudah mencapai 85000 km atau mereka membangun sekitar 2800 km/ th (China mulai membangun jalan tol sekitar th 1984, atau Indonesia lebih dahulu sekitar 10 tahun).

Tol Malaysia

http://www.tribunnews.com/bisnis/2014/10/21/panjang-jalan-tol-di-indonesia-masih-kalah-dari-malaysia

https://en.wikipedia.org/wiki/Expressways_of_China

Untuk itulah pemerintahan Jokowi merencanakan akan membangun sekitar 3733 Km selama 10 tahun atau sekitar 370 Km/ th, atau sekitar 11 kali lipat dari yang dibangun oleh pemeritahan SBY. Pemerintah juga bertekad akan membangun jalan baru sekitar 2600 km dalam 5 tahun ke depan.

Tol 3000.jpg

http://finance.detik.com/read/2015/11/04/123046/3061662/4/tekad-jokowi-jalan-tol-ri-bertambah-1060-km-dalam-5-tahun

http://properti.kompas.com/read/2015/12/30/211300321/Ini.Jalan.Tol.yang.Dibangun.Sepanjang.2015.BAGIAN.I.

Hal itu sudah dimulai Jokowi dengan mengebut pembangunan Tol Cipali yang baru selesai 60% sejak mulai di bangun tahun 2011, dan Jokowi menyelesaikan sisanya yang 40% dalam waktu 6 bulan, jadi Total jalan Tol yang mulai beroperasi sepanjang tahun 2015 bertambah sekitar 132,5 KM.

100 1 th

http://finance.detik.com/read/2015/10/13/175800/3043572/4/1-tahun-jokowi-sudah-tambah-13235-km-jalan-tol

Perbandingan ini hanya sekedar membuka mata kita bahwa pemerintahan sekarang ini memang bertekad dan bersunguh sungguh untuk meningkatkan infra struktur baik jalan maupun kereta api dan lain nya seperti Waduk, Perumahan, Dana Desa…….

Advertisements

CTEV (CONGENITAL TALIPES EQUINO VARUS)

Suatu kelainan pada kaki dengan gambaran klinis kaki depan (fore foot) bengkok ke dalam (adduksi), kaki tengah (midfoot) mengalami cekung keatas (cavus), kaki belakang (hind foot) mengarah ke bawah (equinus) dan pergelangan kaki (ankle joint) membengkok keluar (varus)

https://drhermansyahkotodotcom.files.wordpress.com/2016/02/ctev.pdf

ctev

RHEUMATOID ARTHRITIS DAN GOUT ARTHRITIS

  • Rhematoid Athritis adalah inflamasi jaringan synovial yang bersifat : destruktif, kronik, progesif dan sistemik, baik pada jaringan sendi ataupun pada tempat lainnya
  • Gout Arthritis
    • Penyakit inflamasi sendi yang disebabkan oleh deposit kiristal asam urat pada sendi yang menimbulkan inflamasi dan nyeri yang berlebihan
    • Kerusakan sistim tubuh dalam mengontrol produksi asam urat yang berlebihan, dan gangguan ekresi asam urat sehingga  kadar asam uarat meningkat
    • RA Gout tanpa Video

Reduksi Tertutup, Tehnik Traksi, Bidai dan Casting

  • Semua fraktur yang bertikai, harus direduksi untuk megurangi kerusakan jaringan lunak, termasuk jika diperlukan pemasangan ORIF (Open reduction internal fixation)
  • Pada penanganan awal fraktur, haruslah melaksanakan kaidah kaidah dari ATLS (Advanced Trama Life Support)
  • Penangaan awal frakture, juga harus menjalankan prinsip:
    • Firstly “do no harm” atau jangan menambah bahaya atau kesrusakan pada pasien
    • Save life and save limb

 

Reduksi, casting dan traksi

Treatment of Clubfoot Using the Ponseti Technique, at RSUD Lubuk Basung and RSUP Dr. M. Djamil Padang, Indonesia

The Ponseti method for management of infant clubfoot has rapidly gained favor world-wide in the last decade. Dr. Ignacio Ponseti (1914–2009) developed and pioneered this non-surgical method in the 1940s and collated outcome records spanning 40 years which showed very good results in terms of pain and foot function in more than 95% of typical congenital clubfeet.

The purpose of this study was to review prospectively the results of the Ponseti technique in the treatment of clubfoot.

Treatment of Clubfoot Using the Ponseti Technique